Tips & Trik Belajar Trading Forex Online Buat Pemula
Tips & Trik Belajar Trading Forex Online Buat Pemula

Analisa Intermarket, Belajar Analisa Forex Yang Simpel

Posted on

Anda akan mendapat gambaran jauh lebih jelas bila bisa memahami seperti apa pasar dalam berinteraksi abtara satu sama lain. Bakal sangat menarik mencermati hubungan antara harga obligasi, saham, komoditas, dan mata uang. Dalam sebagian besar siklus, ada urutan mendasar di mana 4 pasar tersebut bisa bergerak. Dengan mencermati semua pergerakan, kita akan makin mampu menilai, ke sisi mana pasar bakal bergerak? Sebab pada prinsipnya 4 pasar itu saling bekerja sama dan sebagian melawan arah.

Dorong dan Tarik

Mari kita perhatikan seperti apa harga obligasi, saham, komoditas, dan mata uang sama-sama berinteraksi. Saat harga komoditas naik, biaya produk bakal terdorong naik sehingga menaikan pergerakan harga maupun inflasi. Pada gilirannya suku bunga memiliki potensi pula akan meningkat. Hubungan diantara tingkat suku bunga serta harga obligasi ialah berbanding terbalik. Untuk itu pada umumnya harga obligasi bakal turun disaat suku bunga sedang naik.

Secara mendasar, harga obligasi serta harga saham sama-sama berkorelasi. Saat harga obligasi mulai merosot, maka harga saham kemudian akan mengikutinya disebabkan biaya pinjaman jadi lebih mahal lalu biaya melakukan bisnis naik gara-gara inflasi. Sekali lagi, kita bakal melihat momen diantara harga obligasi merosot yang menyebabkan turunnya harga pada pasar saham. Pasar mata uang berpengaruh kepada semua pasar, tetapi yang utama kian fokus kepada harga komoditas. Harga-harga komoditas bakal berpengaruh terhadap harga obligasi dan lalu harga saham. Dolar AS lalu harga komoditas secara general berada didalam tren yang berlawanan saat dolar merosot terhadap mata uang lain.

Aplikasi

Analisis intermarket bukan suatu metode yang bisa memberikan sinyal beli ataupun sinyal jual. Akan tetapi, menyediakan informasi yang amat baik tuk mengkonfirmasi tren lalu akan memberi informasi seputar potensi pembalikan sisi harga. Kala harga komoditas naik, harga obligasi telah berbalik lebih kecil. Tinggal problem waktu tuk menunggu harga saham merosot. Walaupun demikian, ini sekedar seperti “warning” bahwa bakal ada pembalikan tren yang barangkali akan terjadi dalam beberapa waktu kedepannya bila harga obligasi terus dan berubah-ubah ke level yang makin rendah.

Analisis Intermarket [Tidak] Berhasil?

Selalu ada koneksi diantara pasar-pasar ini, tapi ada saat-saat korelasi yang dikatakan di atas takkan memberi gambaran yang baik. Saat runtuhnya pasar Asia di tahun 1997, pasar AS mencermati harga saham serta harga obligasi berpisah (saham merosot ketika harga obligasi meroket, dan saham naik sebab obligasi jatuh). Ini melanggar relasi korelasi positif dari harga obligasi juga saham. Jadi, kenapa ini terjadi? Koneksi pasar yang khas bakal terlihat saat inflasi terlihat. Maka, saat kita beralih ke lingkungan deflasi, hubungan itu akan bergeser. Deflasi biasanya pasti mendorong pasar saham bergerak menuju level rendah tanpa adanya potensi perkembangan harga saham. Di sudut lain, harga obligasi bakal bergerak lebih tinggi tuk memanifestasikan penurunan suku bunga (ingat, suku bunga serta harga obligasi bergerak didalam arah berlawanan). Penerapan analisis intermarket yang baik bisa menolong Anda guna mengerti dinamika pergerseran pasar ekonomi global.